Rabu, 06 April 2016

Dari Kenawa, Bukit Pergasingan sampai Air Terjun Tiu Kelep


Jam 1 malam Ririz membangunkan aku. Dini hari itu, aku, Ririz, Nissa dan Yuli berencana ke mengunjungi salah satu pulau paling hits abad ini, Pulau Kenawa. Setelah berkemas-kemas kamipun berangkat menembus kegelapan malam menuju pelabuhan Kayangan di Lombok Timur. Karena jalanan sepi jam 3 pagi kami sudah sampai di pelabuhan Kayangan dan langsung masuk ke kapal ferry yang akan membawa kami menyebrang ke pelabuhan Pototano, Sumbawa Barat.




 Beruntung kapal ini ada  ruangan VIP. Dengan menyewa kasur Rp.5000,-/buah kami melanjutkan tidur lagi karena masih mengantuk. Jam 5 pagi kapal merapat di pelabuhan Pototano. Aku segera menelpon Agus, kenalanku di sini agar menyiapkan perahu untuk menyebrang ke Kenawa.  Teman si Agus yang menjemput kami di pelabuhan karena Agus ada di Mataram. Jam 5,30 pagi perahu motor membawa kami bergerak menuju Kenawa. Matahari sudah mulai menampakkan wujudnya sebelum kami sampai di pulau.


Kondisi Kenawa sekarang sudah jauh berubah. Tahun lalu, aku benar-benar sendiri di pulau ini, tidur di rumah panggung yang sekarang sudah berubah menjadi warung kecil. Pulau lumayan ramai hari itu, mungkin karena hari Minggu, banyak yang ngecamp disini. Setelah berfoto-foto, naik ke bukit yang menjadi landmark pulau Kenawa, aku memilih tidur lagi di gazebo sementara Ririz and the gank melanjutkan bermain di dermaga. Kami tidak berlama-lama  disini. Jam 9 pagi kami kembali ke Pototano. 




Setelah mengisi perut di depan Alfamart dekat pelabuhan, aku, Ririz dan Yuli berangkat kembali ke Lombok. Disini kami berpisah dengan Nisa, karena dia harus balik ke Dompu. Dia mendapat shift malam hari ini. Nissa bekerja sebagai perawat di RS Dompu.


Kami langsung menuju Sembalun untuk naik ke bukit Pergasingan keesokan paginya. Di Sembalun kami menumpang tidur di tempatnya bang Antok, temannya Nissa yang merupakan guide ke Rinjani. Udara Sembalun yang dingin membuatku ingin cepat-cepat tidur malam itu. Jam 5 pagi kami memulai start pendakian ke bukit Pergasingan. Untuk kedua kalinya aku naik bukit ini setelah setahun yang lalu mengantar teman dari Jogja kesini. 




Udara tidak begitu dingin, bahkan ketika sudah setengah perjalanan aku langsung melepas jaket karena merasa gerah. Sejak adanya facebook dan instagram bukit ini memang menjadi sangat terkenal. Tiap hari ada saja yang ngecamp disini. Kami tidak sampai ke puncak tertinggi karena kabut sudah turun. Pemandangan dari bukit ini boleh dibilang spektakuler. Dibawah sana tampak desa Sembalun yang tampak kecil. Area persawahan terilihat kotak-kotak kecil bagaikan mozaik yang berwarna-warni. Indah sekali! Sementara gunung Rinjani tampak menjulang anggun di seberang sana.




Jam 10 pagi kami langsung turun. Setelah packing kembali di tempatnya bang Antok kami langsung bertolak ke Senaru untuk mengunjungi air terjun Sendang Gile dan Tiu Kelep.




 Hujan lebat mengiringi perjalanan kami ke Senaru. Waktu tempuh dari Sembalun ke Senaru adalah 1 jam. Hujan masih tetap lebat ketika kami sampai di Senaru. Air terjun Tiu Kelep, untuk keempat kalinya ke sini tapi aku tidak pernah merasa bosan. Buatku ini adalah air terjun paling indah di Lombok.








Catatan :
Sewa perahu Ke Kenawa : Rp.200.000,-/perahu
Tiket Masuk Bukit Pergasingan : Rp.10.000,-/orang

Tiket Masuk Air Terjun Tiu Kelep: Rp.5000,-/orang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar