Jam 1 malam Ririz membangunkan aku. Dini hari itu, aku,
Ririz, Nissa dan Yuli berencana ke mengunjungi salah satu pulau paling hits
abad ini, Pulau Kenawa. Setelah berkemas-kemas kamipun berangkat menembus
kegelapan malam menuju pelabuhan Kayangan di Lombok Timur. Karena jalanan sepi
jam 3 pagi kami sudah sampai di pelabuhan Kayangan dan langsung masuk ke kapal
ferry yang akan membawa kami menyebrang ke pelabuhan Pototano, Sumbawa Barat.
Beruntung
kapal ini ada ruangan VIP. Dengan
menyewa kasur Rp.5000,-/buah kami melanjutkan tidur lagi karena masih
mengantuk. Jam 5 pagi kapal merapat di pelabuhan Pototano. Aku segera menelpon
Agus, kenalanku di sini agar menyiapkan perahu untuk menyebrang ke Kenawa. Teman si Agus yang menjemput kami di
pelabuhan karena Agus ada di Mataram. Jam 5,30 pagi perahu motor membawa kami
bergerak menuju Kenawa. Matahari sudah mulai menampakkan wujudnya sebelum kami
sampai di pulau.
Kondisi Kenawa sekarang sudah jauh berubah. Tahun lalu, aku
benar-benar sendiri di pulau ini, tidur di rumah panggung yang sekarang sudah
berubah menjadi warung kecil. Pulau lumayan ramai hari itu, mungkin karena hari
Minggu, banyak yang ngecamp disini. Setelah berfoto-foto, naik ke bukit yang
menjadi landmark pulau Kenawa, aku memilih tidur lagi di gazebo sementara Ririz
and the gank melanjutkan bermain di dermaga. Kami tidak berlama-lama disini. Jam 9 pagi kami kembali ke Pototano.
Setelah mengisi perut di depan Alfamart dekat pelabuhan, aku, Ririz dan Yuli
berangkat kembali ke Lombok. Disini kami berpisah dengan Nisa, karena dia harus
balik ke Dompu. Dia mendapat shift malam hari ini. Nissa bekerja sebagai
perawat di RS Dompu.
Kami langsung menuju Sembalun untuk naik ke bukit Pergasingan
keesokan paginya. Di Sembalun kami menumpang tidur di tempatnya bang Antok,
temannya Nissa yang merupakan guide ke Rinjani. Udara Sembalun yang dingin
membuatku ingin cepat-cepat tidur malam itu. Jam 5 pagi kami memulai start
pendakian ke bukit Pergasingan. Untuk kedua kalinya aku naik bukit ini setelah
setahun yang lalu mengantar teman dari Jogja kesini.
Udara tidak begitu dingin,
bahkan ketika sudah setengah perjalanan aku langsung melepas jaket karena
merasa gerah. Sejak adanya facebook dan instagram bukit ini memang menjadi
sangat terkenal. Tiap hari ada saja yang ngecamp disini. Kami tidak sampai ke
puncak tertinggi karena kabut sudah turun. Pemandangan dari bukit ini boleh
dibilang spektakuler. Dibawah sana tampak desa Sembalun yang tampak kecil. Area
persawahan terilihat kotak-kotak kecil bagaikan mozaik yang berwarna-warni.
Indah sekali! Sementara gunung Rinjani tampak menjulang anggun di seberang
sana.
Jam 10 pagi kami langsung turun. Setelah packing kembali di
tempatnya bang Antok kami langsung bertolak ke Senaru untuk mengunjungi air
terjun Sendang Gile dan Tiu Kelep.
Hujan lebat mengiringi perjalanan kami ke
Senaru. Waktu tempuh dari Sembalun ke Senaru adalah 1 jam. Hujan masih tetap
lebat ketika kami sampai di Senaru. Air terjun Tiu Kelep, untuk keempat kalinya
ke sini tapi aku tidak pernah merasa bosan. Buatku ini adalah air terjun paling
indah di Lombok.
Catatan :
Sewa perahu Ke Kenawa : Rp.200.000,-/perahu
Tiket Masuk Bukit Pergasingan : Rp.10.000,-/orang
Tiket Masuk Air Terjun Tiu Kelep: Rp.5000,-/orang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar